Keindahan Danau Tiga Warna, Kelimutu

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki pemandangan danau yang indah. Salah satunya, danau Kelimutu, yang sering juga disebut sebagai danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna. Danau ini berada didalam gunung Kelimutu.

Kelimutu sendiri merupakan gabungan dari kata “keli” yang berarti gunung, dan “mutu” yang berarti mendidih. Danau Kelimutu yang ditemukan pertama kali oleh orang Belanda bernama Van Such Telen, pada 1915, terletak di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, NTT. Untuk mencapai danau ini, wisatawan harus menempuh perjalanan sekitar 45 km dari Ende atau 13 km dari Kampung Moni.

Tiga danau tersebut masing-masing bernama Tiwu Ata Mbupu, Tiwu Nuwa Muri Koo Fai, dan Tiwu Ata Polo. Masyarakat setempat percaya, danau yang pertama dihuni oleh roh atau jiwa orang tua yang telah meninggal. Danau kedua dipercaya menjadi ‘rumah’ bagi jiwa muda-mudi. Sementara danau ketiga, konon dihuni arwah orang jahat.

Danau Kelimutu dikelilingi oleh hutan dengan flora endemik yang jarang ditemukan di bagian lain Flores. Selain pohon pinus, ada juga casuarinas, kayu merah, dan edelweiss. Hutan pinus tumbuh subur di ketinggian Gunung Kelimutu. Bagian lain gunung ini kering dengan tanahnya tidak stabil.

Masyarakat setempat percaya bahwa Gunung Kelimutu adalah suci dan menyebarkan kesuburan untuk tanah mereka. Karena itu setahun sekali, masyarakat sekitar Kelimutu pun mengadakan upacara ‘memberi makan’ para roh di ketiga danau lewat upacara Pati Ka Du’a Batu Ata Mata. Upacara ini merupakan upacara pemberian sesaji kepada roh-roh penghuni Danau Kelimutu. Sesaji tersebut berupa sirih, pinang, rokok, nasi dan daging, diakhiri oleh arak/ tuak. Upacara juga termasuk acara makan besar untuk semua orang, dan menari Gawi (tarian adat).

Kawasan Terumbu Karang Terbesar di Indonesia, Taman Nasional Taka Bonerate

Selama ini kita hanya mengenal Great Barrier sebagai terumbu karang terpanjang di dunia, ternyata di Indonesia juga ada kawasan terumbu karang yang luas, terluas di Indonesia, bahkan se Asia Tenggara. Dimana ya itu? Ya, di Taman Nasional Taka Bonerate.

Taman Nasional yang termasuk dalam Coral Triangle Initiative (CTI) ini berada di Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Ternyata tidak hanya terluas di Indonesia dan se Asia Tenggara, taman nasional ini juga kawasan atol terbesar ketiga didunia setelah Kwajalein di Kepulauan Marshall dan Suvadiva di Maldives.

Taman Nasional seluas 220.000 hektare dengan sebaran terumbu karang mencapai 500 km² ini terdiri dari 21 pulau dimana 7 pulau di antaranya dihuni oleh penduduk dari suku Bajo, Bugis, Selayar, Buton dan Flores. Kawasan ini juga menjadi habitat bagi sejumlah spesies burung, mulai dari burung darat, burung pesisir dan burung laut yang bermain-main di banyak bukit pasir.

Terdapat sekitar 242 spesies karang, 526 spesies ikan karang berwarna-warni dan 112 spesies alga makro menghuni kawasan ini. UNESCO telah menetapkan kawasan ini menjadi salah satu heritage site di dunia.

The Sacred Temple, Candi Prambanan

Alkisah, seorang pangeran bernama Bandung Bondowongso berhasil membunuh seorang raja raksasa bernama Ratu Boko, yang suka memakan daging manusia. Ketika mengunjungi istana Ratu Boko, sang pangeran bertemu dengan seorang puteri cantik yang ternyata merupakan anak dari raja raksasa, bernama Loro Jonggrang. Si pangeran pun meminang sang puteri, namun sang puteri tidak begitu saja menerima lamaran Bandung Bondowongso, mengingat sang pangeran-lah pembunuh ayahnya. Loro Jonggrang pun mengajukan syarat meminta dibuatkan 1000 candi sebelum pagi menjelang.

Dengan kekuatannya, Bandung Bondowongso berhasil membuat candi yang diminta. Mengetahui hal tersebut, sang puteri pun tidak kehilangan akal, sebelum pagi tiba, dimintanya para penghuni istana membakar jerami di sebelah timur mengesankan seolah-olah matahari akan terbit. Sang ayam jantan pun berkokok, tanda pagi sudah tiba. Bandung Bondowongso merasa sudah menyelesaikan 1000 candi namun ternyata ketika dihitung jumlahnya hanya 999 saja. Merasa kesal, sang pangeran pun murka dan mengutuk Loro Jonggrang sebagai candi ke 1000.

101_1920

Candi Loro Jonggrang yang dikenal oleh masyarakat ini memiliki nama resmi candi Prambanan. Disekelilingnya disebut dengan candi 1000 atau candi sewu. Candi Prambanan dibangun abad ke-9, dipersembahkan untuk dewa Siwa, sang penghancur, dan dua yang ada di sampingnya dipersembahkan masing-masing untuk dewa Brahma, dewa pencipta serta dewa Wisnu, dewa pemelihara. Candi yang tertinggi menjulang setinggi 47 meter diantara candi-candi lain di sekitarnya.

Prambanan ditemukan kembali oleh seorang warga Belanda bernama CA Lons tahun 1733, murid dari Sir Thomas Stanford Raffles, setelah terabaikan selama ratusan tahun. Candi ini telah mengalami pemugaran dan kini Candi Prambanan dikenal sebagai Candi Hindu terbesar dan paling indah di Indonesia. Keindahan serta kerumitan arsitektur Candi Prambanan sebagai bangunan yang sangat menawan menobatkannya sebagai situs warisan dunia tahun 1991 oleh UNESCO.

101_1956

Terletak di Solo, Jawa Tengah, candi ini dibangun pada masa Dinasti Sanjaya, sekitar tahun 850 Masehi. Diduga candi ini merupakan pusat keagamaan dan upacara suci yang diselenggarakan kerajaan Mataram Hindu. Relief candi Prambanan yang indah, mengkisahkan cerita India, Ramayana. Tentang Sri Rama, seorang pangeran titisan dewa Wisnu yang terbuang dari kerajaannya dan membunuh Rahwana, seorang raksasa berkepala sepuluh yang kejam dan menindas manusia serta menculik isterinya Dewi Sinta. Pada pertarungan antara Sri Rama dan Rahwana, Sri Rama dibantu oleh banyak pihak seperti Hanoman, kera yang sangat sakti. Cerita Ramayana ini dipentaskan dalam sebuah sendratari di candi Prambanan hampir setiap malam.

101_2082