Pura Ulun Danu

Pulau Bali dikenal sebagai pulau dengan banyak pura (rumah ibadat umat Hindu). Tidak mengherankan karena mayoritas penduduk pulau Bali beragama Hindu. Salah satu pura yang terbesar di Pulau Bali yaitu Pura Ulun Danu.

Pura Ulun Danu bernama lengkap Pura Ulun Danu Beratan berlokasi di tepi Danau Beratan, Bedugul, kira-kira 56 km dari ibukota Bali, Denpasar.

Sejarah pendirian Pura Ulun Danu Beratan dapat dilacak pada salah satu kisah yang terekam dalam Lontar Babad Mengwi. Dalam babad tersebut dituturkan mengenai seorang bangsawan bernama I Gusti Agung Putu yang mengalami kekalahan perang dari I Gusti Ngurah Batu Tumpeng. Untuk bangkit dari kekalahan tersebut, I Gusti Agung Putu bertapa di puncak Gunung Mangu hingga memperoleh kekuatan dan pencerahan. Selesai dari pertapaannya, ia mendirikan istana Belayu (Bela Ayu), kemudian kembali berperang melawan I Gusti Ngurah Batu Tumpeng dan memperoleh kemenangan. Setelah itu, I Gusti Agung Putu yang merupakan pendiri Kerajaan Mengwi ini mendirikan sebuah pura di tepi Danau Beratan yang kini dikenal sebagai Pura Ulun Danu Beratan

Pura ini diperkirakan berdiri pada 1634 masehi, dan dianggap sebagai bangunan untuk pemujaan kepada tiga dewa yaitu Siwa, Brahma, dan Wishnu. Namun awalnya bangunan ini ditujukan untuk memuja dewa Siwa dan dewi Parwati, dengan adanya simbol kesuburan, yaitu lingga dan yoni.

Selain sebagai tempat beribadat, pura ini juga digunakan sebagai pura Subak, yaitu pura yang mengatur irigasi pertanian dan disokong oleh organisasi adat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s