Nona Makan Sirih, Nama Tanaman Pereda Racun

Agak aneh mendengar nama tanaman ini awalnya. Kenapa dinamakan Nona Makan Sirih? Usut punya usut, dikarenakan warna bunga yang berwarna merah, seperti bibir si Nona sehabis makan sirih šŸ˜Š

Tanaman Nona Makan Sirih bernama latin Clerodendrom thomsonae Balf F. ini ternyata mampu meredakan panas dalam dan mengatasi racun. Wah hebatnya ā€¦ Tidak hanya itu, tanaman ini juga mampu meredakan radang selaput gendang telinga, kencing manis, dan melancarkan air seni, sehingga terhindar dari gangguan penyakit ginjal.

Uniknya lagi dari tanaman ini, pada saat bunga belum melakukan penyerbukan, warna bunga berupa putih, dan setelah penyerbukan, bunga berangsur-angsur berubah warna menjadi merah keunguan.

Dalam bahasa Inggris tanaman ini disebut dengan Bleeding Heart Vine, berasal dari Afrika, dan merupakan tanaman semak, namun dapat tumbuh keatas sepanjang 4 m, dengan bentuk lilitan. Saat ini, tanaman Nona Makan Sirih menjadi salah satu maskot kota Jakarta, ibukota Indonesia.

Taman Safari Indonesia

Gambar Harimau Sumatera menjadi ikon sebuah kebun binatang sekaligus taman wisata di kawasan Bogor Jawa Barat tersebut. Tepatnya di daerah Cisarua, dekat dengan kawasan Puncak, sebuah kebun binatang sekaligus taman wisata keluarga bernama Taman Safari Indonesia atau disingkat TSI.

Didirikan sejak 1980, kawasan ini mejadi kawasan konservasi binatang langka dari berbagai jenis, berasal dari 5 benua, sekaligus tempat edukasi, dan taman hiburan bagi masyarakat. Awalnya lahan di kawasan ini merupakan kawasan perkebunan teh yang sudah tidak produktif.

Taman ini memiliki luas 168 hektar, dan merupakan salah satu pusat perlindungan bagi hewan langka khas Indonesia, yang sudah diakui oleh dunia internasional. Disini kita bisa melihat harimau sumatera, gajah sumatera, dan binatang khas Indonesia lainnya, secara langsung, juga hewan langka dan unik lainnya dari benua lainnya, seperti jerapah, beruang, dll.

Flamboyan, Bunga Berwarna Merah Cerah yang Mulai Langka

Flamboyan (Delonix regia), dikenal memiliki warna merah yang cerah. Dulu sewaktu saya kecil, saya melihat begitu banyak pohon flamboyan di sekitar kompleks perumahanku, dan di jalan-jalan besar. Ketika musim gugur, bunga-bunga, dan daun-daunnya akan berguguran, membuat suasana kelihatan sendu sekaligus romantis.

Ternyata bunga flamboyan ini dijadikan salah satu maskot kota Jakarta. Wajar, karena saat ini pohon dan bunga flamboyan sudah jarang ditemukan. Pohon-pohon di sekitar perumahanku sudah dirobohkan diganti dengan pohon lainnya.Ā  Di tempat asalnya, Madagaskar, Afrika, pohon ini juga tengah terancam punah, karena adanya ancaman terhadap lingkungan tumbuhnya pohon.

Bunga yang memiliki nama latin Delonix regia, berasal dari bahasa Yunani, yang berarti berwarna cerah, dan berbentuk cakar, mengacu pada bunganya yang menyerupai cakar. Pohon ini umumnya berada di daerah subtropis dan tropis. Pohon ini memiliki bunga yang banyak, dan daun yang rindang, sampai berbentuk seperti payung, sehingga cocok dipakai sebagai pohon peneduh, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta.

Flamboyan ini tidak hanya berfungsi sebagai peneduh lho, ada beberapa manfaat lain yaitu meningkatkan mood, menghias ruangan, membuat perhiasan dari biji nya yang berwarna kecoklatan, batang pohonnya dapat digunakan sebagai bahan bangunan, dan juga berpotensiĀ  digunakan sebagai obat malaria karena kandungan alkaloid nya yang tinggi.

Candi Dasa

Candi Dasa, sebuah kawasan wisata di salah satu pulau indah di Indonesia, Bali. Candi berarti tempat beribadat, Dasa berarti sepuluh, Candi Dasa berarti sepuluh candi, menunjuk pada adanya sepuluh tempat beribadat yang mengelilingi kawasan ini.

Berlokasi di Karangasem, sekitar 2 jam dari Denpasar, ibukota Provinsi Bali. Daerah ini mulai menjadi destinasi utama untuk wisatawan pada tahun 1970an, terutama untuk olahraga air, seperti menyelam.

Candi Dasa pada awalnya merupakan nama dari tempat ibadat agama Hindu, yaitu Pura, yang ditujukan kepada Dewa Siwa dan Hariti, pura untuk anak-anak. Kedua pura ini berlokasi di pantai. Dari nama inilah kemudian Candi Dasa menjadi nama kawasan disekitar pantai pura tersebut.

Air Terjun Maribaya Jawa Barat

Sekitar 15 km dari kota Bandung, ibukota Provinsi Jawa Barat, terdapat tempat wisata yang terkenal yaitu Air Terjun Maribaya. Air terjun ini berada dalam Taman Hutan Ir.H.Djuanda, Maribaya, Lembang.

Air terjun ini biasa disebut dengan Curug Omas, merupakan air terjun yang terbentuk di pegunungan alami. Dengan ketinggian sekitar 30 meter, didekat air terjun terdapat jembatan untuk memudahkan pengunjung menikmati indahnya pemandangan sekitar air terjun dan dinginnya udara di sekitar kawasan.

Di dekat air terjun juga ada bebatuan yang besar, cocok untuk tempat berfoto dan mandi. Tapi tentunya perlu kita siapkan baju untuk ganti apabila ingin berfoto atau mandi di air terjun tersebut. Kita juga bisa berpiknik di sekitar air terjun, terdapat warung yang menjual makanan untuk bisa dinikmati Bersama-sama, atau kita bisa juga membawa makanan sendiri.

Tempat wisata ini dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi dan kendaraan umum, dan untuk masuk dikenakan tiket dengan tarif tertentu.