The Owl alias Burung Hantu

101_2249

Pertama kali suka banget dengan Burung Hantu ketika baca karakter Hedwig di buku cerita “Harry Potter.” Kemudian lihat film nya dan makin suka dengan Burung Hantu. Aku pikir Burung Hantu itu berwarna putih itu keren banget dan bisa dipelihara di Indonesia. Ternyata di Indonesia, Burung Hantu termasuk dalam kategori binatang di lindungi. Ya, jadi tidak bisa pelihara, akhirnya aku putuskan mulai mengkoleksi postcard Burung Hantu.

101_2200  101_2201

Burung Hantu merupakan hewan nocturnal, yaitu tidur pada siang hari dan makan pada waktu malam. Hewan yang berada di hampir semua tempat dan benua kecuali Antartika ini, memiliki sekitar 240-an species, dan 54 jenis berada di Indonesia.

101_2204 101_2206

Makanan Burung Hantu yaitu serangga, tikus, kodok dan hewan lainnya yang lebih kecil tubuhnya dari si Burung Hantu. Karena memakan daging, maka Burung Hantu termasuk dalam hewan karnivora.

101_2207  101_2208

Di Indonesia, pemerintah sempat mengembangbiakkan Burung Hantu untuk membantu petani mengusir tikus. Di masa Yunani kuno, Burung Hantu merupakan lambang kebijaksanaan. Selain itu Burung Hantu juga merupakan lambang kesetiaan karena hanya kawin satu kali.

three owl  101_2203

101_2209  101_2210

Advertisements

Celepuk, Indonesia’s owl

 

Burung Celepuk (Opus Lempiji), dapat ditemui di pulau Kalimantan, Sumatera, Jawa dan Bali.  Hewan karnivora ini biasanya memangsa jangkrik, ulat, tikus dan lain-lain. Burung celepuk merupakan hewan noctural yang hidup di ketinggian hingga 1600 m di atas permukaan laut. Celepuk ini berwarna burik dan berukuran kecil, tidak seperti burung hantu lainnya.