Bulus

Tahukah kamu apa itu bulus? Akal bulus? Bukan akal bulus, tapi bulus saja. Tidak tahu ya? Bulus atau labi-labi itu sejenis binatang seperti kura-kura tapi biasanya tinggalnya di sungai, rawa-rawa, atau danau. Mirip kura-kura, cuma tempurungnya lebih lunak, lehernya dapat dijulurkan menjadi panjang, dan moncong yang runcing. Sekilas kepala bulus ini mirip dengan ular, karena itu dikategorikan dalam jenis reptil.

Tidak seperti kura-kura yang jinak, bulus ini dapat menggigit siapapun yang memegang atau dianggap mengancam keselamatannya. Hal yang unik lagi, kaki bulus ini memiliki selaput seperti bebek, dan hewan ini seperti kura-kura atau penyu, dapat hidup di air dan darat.

Di Indonesia, bulus atau labi-labi dapat ditemukan di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Lombok.

Saat ini, bulus ini sering diburu untuk dibuat menjadi minyak atau makanan Tionghoa bernama Pi Oh. Tidak hanya itu, bulus sering dipelihara dan dikeramatkan, untuk tujuan pesugihan atau mencari kekayaan atau kesuksesan dengan cara cepat.  Minyak bulus dipercaya dapat  menghaluskan kulit, menghilangkan jerawat, mengeringkan luka secara cepat, menghilangkan bekas luka, mengencangkan kulit, menghambat penuaan, dan mengencangkan payudara.

Advertisements

Rende Traditional House, East Sumba

Pulau Sumba, pulau di kawasan timur Indonesia saat ini merupakan salah satu destinasi populer untuk wisatawan mancanegara dan dalam negeri. Di pulau yang masuk dalam Provinsi Nusa Tenggara Timur ini, kita bisa menemukan kekayaan alam dan budaya yang luar biasa.

Salah satu obyek wisata yang menjadi andalan di Pulau Sumba, yaitu rumah adat dengan kuburan batu yang berukuran besar atau batu megalitikum. Seperti di Kampung Praiyawang, Desa Rende, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, kita bisa menikmati kampung adat, dengan rumah-rumah tradisional, yang dibangun dari bahan-bahan alam sekitarnya, dan kuburan raja-raja yang sudah tua, terbuat dari batu besar dengan berat satu sampai dua ton. Untuk mengangkat batu-batu tersebut, akan diadakan upacara khusus, dan akan dibawa dengan cara yang tradisional, yaitu ditarik beramai-ramai dengan hewan dan manusia.

Di Desa Rende ini, tidak hanya satu kuburan batu yang dapat dilihat, melainkan banyak jumlahnya, dan di atasnya biasanya terdapat patung kepala kerbau dengan tanduk yang panjang, menandakan bahwa yang dimakamkan merupakan keturunan raja atau bangsawan. Batu-batu untuk makam tersebut diambil dari perbukitan di sekitar desa. Sebelum di buat menjadikan makam, biasanya batu akan dipahat terlebih dahulu dengan simbol buaya, ular naga, kura-kura, dan kuda pacu. Simbol-simbol bergambar hewan ini sesuai dengan hewan yang dianggap suci dalam kepercayaan tradisional orang Sumba, Merapu.

Desa Rende ini hanya berlokasi 40 km atau 1,5 jam perjalanan dari kota Waingapu, ibukota Kabupaten Sumba Timur.

Elang Laut (Sea Eagle)

 

Salah satu fauna burung yang dapat ditemukan di Indonesia yaitu Elang Laut atau Haliaeetus. Binatang yang dapat memiliki sayap sepanjang 3.5 meter ini, mampu berusia sampai 20 tahun dan dapat memiliki bobot sampai 2.7 kg. Elang laut ternyata termasuk dalam hewan yang terancam punah. Hal ini dikarenakan berkurangnya pepohonan dan hutan mangrove (bakau) di sekitar perairan seperti sungai, rawa atau danau sudah semakin jarang. Padahal pepohonan itulah tempat hidup elang laut.

Populasi elang laut tersebar di benua Asia dan Australia. Khusus di pulau Jawa dan Bali, elang laut sudah sulit ditemukan, sedangkan di pulau lain masih cukup sering terlihat.

Makanan utama elang laut yaitu kura-kura, tikus, ular laut, dan burung laut yang lebih kecil bobotnya. Seperti hal nya jenis burung elang lainnya, elang laut juga memiliki pandangan yang tajam, dan mampu melihat mangsanya dari ketinggian, namun elang laut ini mampu menyelam untuk menangkap mangsanya serta memiliki penciuman yang tajam. Wah…. hebat ya… (Diyah Wara)