Bunga Bangkai

101_5781

Kenapa bunga di postcard ini disebut Bunga Bangkai? Disebut dengan bunga bangkai karena memang bunga ini mengeluarkan bau yang menyengat seperti bangkai. Bau bangkai ini sebetulnya adalah berfungsi untuk mengundang serangga seperti lalat, kumbang demi membantu proses penyerbukannya.

Bunga bangkai atau Amorphophallus adalah jenis tanaman dari suku talas-talasan atau araceae. Jenis paling terkenal dari bunga bangkai adalah Amorphophallus titanium. Tumbuhan ini adalah tumbuhan endemik Sumatra, Indonesia.

Banyak orang masih salah persepsi tentang bunga bangkai, karena sebagian mereka mengira bunga bangkai sama dengan bunga raflesia. Meskipun sama-sama berukuran raksasa dan mengeluarkan bau busuk. Namun kedua jenis bunga ini berbeda baik dari segi klasifikasi biologis, warna, cara hidup maupun siklus hidupnya.

Di seluruh dunia terdapat sekitar 170 jenis bunga bangkai dan 25 jenis diantaranya dapat kita temukan di Indonesia.

Secara fisik, bunga bangkai ini berwarna krem pada bagian luar dan pada bagian yang menjulang. Sedangkan mahkotanya berwarna merah ke-ungu-an. Sekilas bentuknya saat mekar terlihat seperti bunga terompet. Bunga bangkai dapat tumbuh menjulang tinggi hingga mencapai sekitar 4 m dengan diameter sekitar 1,5 m.

Advertisements

Hari Bumi, 22 April

101_5779

Setiap tanggal 22 April, masyarakat dunia merayakan Hari Bumi. Sebetulnya gimana sih sejarahnya Hari Bumi? Nah ini nih….

Hari Bumi pada awalnya bertujuan untuk meningkatkan apresiasi dan kesadaran manusia terhadap planet yang ditinggali oleh manusia saat ini yaitu bumi. Pertama kali dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson, pada tahun 1970. Dia adalah seorang pengajar di bidang disiplin ilmu lingkungan hidup. Tanggal ini sebenarnya bertepatan dengan waktu musim semi di daerah Northern Hemisphere pada belahan Bumi utara dan waktu musim gugur pada belahan Bumi selatan.

Awalnya Hari Bumi diperingati setiap 20 Maret, dan berubah ketika Gaylord Nelson tersebut menyuarakan keprihatinannya terhadap isu lingkungan secara global, dan banyak orang yang mengikuti gerakannya.

Di Indonesia sendiri, Hari Bumi kurang dikenal, tidak seperti Hari Lingkungan Hidup. Bahkan ada yang menganggap Hari Bumi hanya merupakan perayaan untuk para aktivis lingkungan saja. Menyedihkan ya….

Penyu Sisik dan Penyu Lekang

101_5769Indonesia, merupakan negara bahari yang memiliki banyak jenis penyu. Penyu, merupakan hewan purba yang sudah ada sejak jaman Dinosaurus. Dari tujuh jenis penyu di dunia, ternyata hanya satu jenis yang tidak pernah ditemukan di Indonesia yaitu penyu kemp’s ridley. Hal yang tidak mengherankan sebetulnya, mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan, sekaligus juga membanggakan dan mengkhawatirkan.

Kenapa mengkhawatirkan? Karena dari semua jenis penyu di dunia, sekarang hanya tersisa tujuh jenis, dan enam ada di perairan Indonesia, serta berada dalam keadaan terancam. Ya, terancam, karena banyak orang yang menggunakan satwa dilindungi ini untuk dijadikan obat, makanan dan sesaji.

Aduh…kasihan ya…. padahal untuk bertelur, penyu membutuhkan waktu yang lama, suasana pantai yang berpasir, tenang, sunyi, gelap, atau tidak terusik aktivitas manusia. Nah, kan susah mendapatkan tempat seperti itu dengan maraknya wisata pantai di Indonesia, sehingga hampir semua pantai dapat diakses manusia dan tentunya dijadikan tempat berlibur atau berwisata.

Setelah penyu bertelur, telur-telur tersebut biasanya di kubur di dalam pasir dan dibiarkan menetas sendiri, dan tukik (penyu kecil) akan berjalan sendiri menuju laut. Perjalanan menuju laut juga belum tentu aman, karena akan banyak rintangan seperti hewan predator atau manusia yang akan mengambil tukik-tukik tersebut sebelum sampai ke laut. Di laut juga para tukik harus bertahan hidup. Jadi umur tukik untuk mencapai dewasa, menjadi penyu yang ukurannya besar merupakan perjuangan hidup yang luar biasa.

101_5771

Untuk postcard penyu, aku punya dua jenis postcard ini. Penyu Sisik (Hawksbill Turtle) dan Penyu Lekang (Olive Ridley Turtle). Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) mirip dengan jenis penyu lain tapi yang membedakan adalah paruhnya yang melengkung dengan bibir bagian atas yang menonjol serta cangkang pada bagian pinggir seperti gergaji. Cangkangnya dapat berganti warna sesuai dengan temperatur air yang ditempatinya. Berat penyu ini bsia mencapai 80 kg. Habitat jenis penyu ini umumnya berada di Samudera Hindia, Pasifik, dan Atlantik.

Sedangkan Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) merupakan jenis penyu yang dapat ditemukan pada perairan hangat dan tropis di Samudra Atlantik, Pasifik, dan Hindia. Penyu ini memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan jenis penyu lainnya, beratnya hanya mencapai 45 kg. Kerapas pada penyu dewasa berwarna abu kehijauan dan abu-abu untuk anakannya (tukik).

Nostalgia Celengan Tanah Liat

Pedagang celengan di Taman Fatahillah

Teman-teman, ingat nggak ketika kita masih kecil, kita diajarkan menabung di celengan ayam ataupun celengan berbentuk lainnya dari tanah liat. Bahkan aku ingat ketika masih SMP, ada pelajaran ketrampilan membuat benda dari tanah liat. Nah, tanah liat itu kan susah nyarinya, jadi pulang sekolah aku bela-belain cari tanah liat di dekat rumah teman yang jauh. Aku pun membuat asbak tanah liat. Inget banget karena asbak tersebut sempat aku simpan beberapa lama sebelum akhirnya pecah karena aku kurang bagus membuatnya ☹

Waktu kecil, aku juga suka menabung di celengan ayam. Dan rasanya sayang banget pas mau dipecahin, soalnya aku beli celengan ayamnya juga dengan uangku sendiri. Tapi karena aku perlu uangnya, ya terpaksa dipecahin juga.

Bicara soal celengan dari tanah liat, puluhan tahun belakangan, rasanya kok ya pemandangan tukang atau penjual celengan tanah liat itu jarang banget terlihat. Palingan kalau kita ke tempat wisata, atau ke pasar tradisional baru dapat terlihat celengan tanah liat tersebut. Rasanya anak-anak sekarang sudah tidak menabung di celengan tanah liat, tapi sudah di bank ya.

Pedagang celengan dari tanah liat itu yang didokumentasikan dalam postcard ini. Kali ini pedagang nya berada di Taman Fatahillah, suatu kawasan wisata di kota tua Jakarta. Seru kan lihat celengannya yang warna-warni dan aneka bentuk? Rasanya mau memborong semua nya, he he he …

 

The Hedgehog, Hewan Peliharaan yang lagi Nge-hits

Hedgehog-2

Hedgehog atau Landak (erinaceinae), digambarkan dalam cerita-cerita akan menegakkan bulu-bulu tajam di sekujur tubuhnya ketika marah atau merasa terancam. Kita pun sering melihat hedgehog atau landak ini sebagai hewan yang menakutkan dan dapat melukai kita dengan bulu-bulu tajamnya. Namun, beberapa tahun belakangan, hewan landak menjadi salah satu hewan yang banyak dipelihara. Dipelihara? Iya, dipelihara, seperti memelihar marmut, burung atau hewan peliharaan lainnya.

Lho kok bisa? Ternyata bisa. Jadi, ada jenis landak yang lucu, dengan bulu-bulunya tidak terlalu tajam dan dia cenderung menggulung dirinya atau menjadi seperti bola ketika terancam atau marah. Nah landak jenis inilah yang sering dipelihara.

hedgehog-1537791_960_720

Menurut informasi dari mbah google, landak yang dipelihara ini berasal dari benua Afrika dan Eropa Utara. Landak ini pun mulai masuk ke Indonesia beberapa tahun belakangan untuk dijadikan hewan peliharaan.

Hewan mamalia ini ternyata dapat terjangkit penyakit seperti manusia seperti kanker, liver, atau jantung. Wah….

Hedgehog-1

Satu lagi fakta yang mencengangkan, ternyata landak itu adalah hewan karnivora atau pemakan daging lho. Makanannya landak seperti serangga, siput, serangga, cacing dll. Makanya menurut informasi dari National Geographic, landak banyak dipelihara orang untuk mem’bersih’kan hama-hama dari kebun mereka. Wah, bisa jadi predator alami ya landak ini, sehingga hasil kebun terjaga.

Itu cerita tentang landak, menarik kan?….