Reog Ponorogo, Legenda Pertarungan Singa dan Merak

Penari berpakaian warna-warni dan menaiki kuda-kudaan terbuat dari anyaman bambu tersebut, menari meliuk-liuk mengikuti irama. Kami menyebutnya tarian kuda lumping, atau kuda yang ‘menggila’ karena irama musik.

Biasanya ketika penari kuda lumping mulai menari, tidak lama kemudian keluarlah penari membawa hiasan bermuka singa dengan bulu merak yang indah. Penari tersebut kami namakan Reog.

Tarian Reog berasal dari daerah yang indah di kaki gunung Bromo, yaitu Ponorogo, sebuah daerah di Provinsi Jawa Timur. Asal tarian ini ada berbagai versi. Namun versi yang terkenal yaitu tentang Ki Ageng Kutu.

Alkisah, seorang tokoh sakti pada masa kerajaan Majapahit, bernama Ki Ageng Kutu yang tidak mempercayai pemerintahan yang dijalankan oleh rajanya, Bhre Kertabhumi, dan melakukan protes melalui seni tari. Protesnya diwujudkan dalam tarian Singa Barong, yang melambangkan kekuasaan yang raja, dengan bulu-bulu meraknya, yang melambangkan pengaruh Tiongkok dalam kerajaan Majapahit pada masa itu. Singa Barong tersebut kemudian dibawa langsung oleh Ki Ageng Kutu, dengan bertumpu pada giginya. Tarian Singa Barong ini yang kemudian dikenal dengan nama Reog Ponorogo.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s